Langsung ke konten utama

Juara 2 dari belakang

Akhir nya turnamen Kendo antar college (postingan sebelum) selesai juga. Saya gak jadi tukang tiup peluit deng, sedikit naik pangkat jadi pencatat skor wekekek (sama aja katro nya ya). Merangkap tukang bagi2 kantong kresek untuk nyimpan sepatu. Berhubung panitia nya baik hati mesan makanan banyak, kita yg bantu2 dapat makan siang 2 porsi setiap hari.... yeay!!

Secara keseluruhan prestasi kali ini sudah lebih bagus dari tahun2 kemarin. Tahun kemarin, tim sekolah jadi juara 1 dari belakang wekekek. Prestasi perorangan juga hanya sampai 16 besar (agak katro sih). Tahun ini jadi juara 2 dari belakang untuk tim, dan untuk perorangan udah sampai 8 besar, satu orang juara 3. Nah yg juara 3 ini bakal tampil di kejuaraan nasional nanti. Turun di kejuaraan nasional merupakan kebanggaan tersendiri buat sekolah.

Juara bertahan 3 tahun berturut2 dari Akita, tahun ini juara lagi. Hebat ya...untuk final perorangan-nya saja, dua-dua nya dari Akita....wah...wah...salut deh.

Komentar

Anonim mengatakan…
waaah, jadi teringat manga-manga baseball jepang.. semacam koshien gitu ya?
Kalo disini PROSENI kali ya? tapi di Jepang kaya'nya seru banget.
sachroel mengatakan…
bukan porseni sih....cuma kejuaraan antar college doang, nanti sampe tingkat nasional.
sachroel mengatakan…
oooo tentu dong.....pasti jadi juara 1 tapi dari belakang he...he...
Anonim mengatakan…
gpp booz, yg pnting ga paling buncit... :)
Btw, bner jg tuh kata nn, kapan bozz yg maen?? pakai gaya Indo aja bozz...CiAtttt... hiihih..
Sinopi mengatakan…
Hah? dari tkg tiup peliut naek pangkat jd tkg catet skor merangkap tkg bagi2 kantong kresek...
hebat ya, dlm wkt sebentar aja karir nya nanjak hehe
*kabuuurrr*
sachroel mengatakan…
wekekek.....maklum lah mbak...beginilah kalo kerja profesional...cepat naik pangkat nya

sebenarnya ditawarin juga sih jadi bagian parkir....tapi saya menolak...terlalu cepat naik pangkat nanti

ha..ha...(katro semua ya..)
Adite mengatakan…
huihuihui kalo dari tukang parkir ntar jadi tukang karcis parkir, trus ngrangkap jadi satpam, bis itu jadi kepala keamanan kampus, bis itu brati kaga sekolah lagi dong ya.. (ngawuuur *bletak!*)
sachroel mengatakan…
he..he...beginilah bang "meniti karir" dari bawah....wekekek
Unknown mengatakan…
wah kendo... jadi inget komik2 jepang gitu, hehehe... jadi inget KAORI di rurouni kenshin. Btw, pesananku ada ga? baju2 cewe jepang di sana murah2 apa mahal2? berapaan?
Anonim mengatakan…
duh,, ngomong2 ttg kendo, jadi inget jaman kuliah tingkat 1.

pake hakama, ambil shinai, pemanasan ich-ni-san, dan teriak kotte-men-dooooooooo....

Postingan populer dari blog ini

wa ja`alna minal ma`i kulla syai`in hayyin

Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al-Anbiya:30) Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengar...

Apel Aomori

Sabtu minggu kemarin, di ajak pak guru bantu2 panen di kebun milik-nya & milik kakak-nya di salah satu daerah di Aomori prefecture (provinsi). Aomori pref. ini merupakan penghasil apel terbesar di Jepang. Sebenarnya Hachinohe (t4 saya skarang) juga bagian dari provinsi ini, tapi jarang ada kebun apel nya. Yang rame itu....di daerah sebelah barat misalnya hirosaki, hirakawa, goshogawara dll. Luas nya minta ampuuuun wekekekek. Kata pak guru, metik apel itu harus hati2, perlakukan seperti telur wekekek......aya' aya' wae. Ya saya sih ikut perintah, diusahakan hati2 seperti megang granat (lebih ngeri dari telur) huahahaha. Panen nya rame2 dengan keluarga besar nya beliau. Lihat dari umur.....banyak yg udah tua, tapi masih kuat kerja. Apa gara2 tiap hari makan apel ya? wekekek. Di perjalanan pulang, ngambil rute lewat gunung sambil menikmati pemandangan musim gugur. Kombinasi kuning & merah daun + langit yg biru.....cuakeppp bennerrr.

Tobacco Access Passport

Di jepang, selain di toko, kita juga dapat membeli rokok di "Vending Machine". Ini sangat praktis bagi para perokok. Tetapi di lain pihak, ini juga membuat "under 20", yg seharusnya belum boleh merokok, dapat membeli rokok seenaknya Menurut data yg ada, 83% anak SMA yg suka merokok, membeli rokok lewat vending machine. Soalnya kalo di toko, biasanya gak dikasih sama pelayan-nya. Untuk itu, mulai tahun ini akan diterapkan sistem baru, dimana untuk membeli rokok lewat "vending machine" , perokok (20 tahun ke atas) harus punya kartu khusus. Kartu ini diberi nama TASPO (tobacco access passport). Cara menggunakan- nya, mudah. Masukin duit, pilih rokok nya, terus tinggal mendekatkan kartu tsb ke sensor yang ada di vending machine. Atau kalo gak mau repot, kartu ini juga bisa di charge terlebih dahulu, supaya gak perlu pake acara masukin duit segala. Dengan ini diharapkan, usia 20 tahun ke bawah, bakal susah untuk ikut2an merokok. Kalo make TASPO nya orang tua g...