Langsung ke konten utama

Liburan Musim Semi-Episode 3


Hari jumat kemarin, solat jumat nya di masjid Kobe. Udah lama nggak ke masjid eh. Kota kobe lumayan rame, kelihatannya enak ditinggali. Toko halal juga ada 3 kalo nggak salah, ada masjid. Abis solat jum`at, muter2 lihat2 kota.

Hari berikutnya, coba jalan2 ke Kyoto. Katanya sih ibukota jepang zaman dulu. Tapi nggak sampe ke kuil2 nya soalnya nggak tau jalan ke sana-nya he..he... Jadi muter2 kota-nya aja. Rame banget, jalan kadang2 macet, toko2 berjajar di kiri kanan jalan. Sempat naik "jyunkan basu" bayar 100 yen, muter kota, nggak jauh2 amat sih dari Stasiun.

Hari ini, rencana-nya istrahat aja, persiapan besok perjalanan jauh ke Tokyo. Kalo naik shinkansen sih 1 jam juga nyampe, tapi berhubung keterbatasan dana, jadi pake 18 kippu deng, perhitungannya kira2 8 jam-an.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

wa ja`alna minal ma`i kulla syai`in hayyin

Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al-Anbiya:30) Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengar...

Apel Aomori

Sabtu minggu kemarin, di ajak pak guru bantu2 panen di kebun milik-nya & milik kakak-nya di salah satu daerah di Aomori prefecture (provinsi). Aomori pref. ini merupakan penghasil apel terbesar di Jepang. Sebenarnya Hachinohe (t4 saya skarang) juga bagian dari provinsi ini, tapi jarang ada kebun apel nya. Yang rame itu....di daerah sebelah barat misalnya hirosaki, hirakawa, goshogawara dll. Luas nya minta ampuuuun wekekekek. Kata pak guru, metik apel itu harus hati2, perlakukan seperti telur wekekek......aya' aya' wae. Ya saya sih ikut perintah, diusahakan hati2 seperti megang granat (lebih ngeri dari telur) huahahaha. Panen nya rame2 dengan keluarga besar nya beliau. Lihat dari umur.....banyak yg udah tua, tapi masih kuat kerja. Apa gara2 tiap hari makan apel ya? wekekek. Di perjalanan pulang, ngambil rute lewat gunung sambil menikmati pemandangan musim gugur. Kombinasi kuning & merah daun + langit yg biru.....cuakeppp bennerrr.

Tobacco Access Passport

Di jepang, selain di toko, kita juga dapat membeli rokok di "Vending Machine". Ini sangat praktis bagi para perokok. Tetapi di lain pihak, ini juga membuat "under 20", yg seharusnya belum boleh merokok, dapat membeli rokok seenaknya Menurut data yg ada, 83% anak SMA yg suka merokok, membeli rokok lewat vending machine. Soalnya kalo di toko, biasanya gak dikasih sama pelayan-nya. Untuk itu, mulai tahun ini akan diterapkan sistem baru, dimana untuk membeli rokok lewat "vending machine" , perokok (20 tahun ke atas) harus punya kartu khusus. Kartu ini diberi nama TASPO (tobacco access passport). Cara menggunakan- nya, mudah. Masukin duit, pilih rokok nya, terus tinggal mendekatkan kartu tsb ke sensor yang ada di vending machine. Atau kalo gak mau repot, kartu ini juga bisa di charge terlebih dahulu, supaya gak perlu pake acara masukin duit segala. Dengan ini diharapkan, usia 20 tahun ke bawah, bakal susah untuk ikut2an merokok. Kalo make TASPO nya orang tua g...