21 Juni 2006

Ujian Akhir Nasional

Pertama2 pengen ngucapin Selamat deh buat teman2 yg Lulus ujian kali ini. Bagi yg belum berhasil, masih ada kesempatan memperbaiki di ujian berikut-nya.

Standar kelulusan tahun ini memang dirasakan sangat berat bagi siswa pada umumnya. Kita mengerti maksud baik pemerintah, tapi tetap prihatin dgn akibat dari standarisasi yg lumayan tinggi itu.

Seharusnya meningkatkan mutu-nya mulai dari awal, jangan main tes aja. Ini kayak memelihara kuda, perawatan pas-pas-an tapi kuda-nya dipaksa lari cepat saat pacuan. Ya kasian lah.

Nggak 100% sih salah pemerintah, di kita2 juga salah kan? Mungkin saja guru-nya udah semangat ngajar, murid-nya yg kurang perhatian. Atau sebaliknya. Dan yg paling parah kalo udah guru sama muridnya sama2 nggak serius.

Jadi di sini perlu adanya kerjasama yg baik pemerintah selaku penyelenggara dan masyarakat selaku objek. Tapi gimana caranya ya? ayo dong pejabat2 mikir caranya, udah dipilih jadi wakil rakyat, di kasih gaji lumayan kan?

Yang saya tulis di sini hanya pendapat pribadi, saya juga nggak yakin kalo saya yg jadi pemerintah-nya bisa bikin solusi atau keputusan terbaik.

Yg bisa kita lakukan skarang ini sebagai pelajar, yah belajar doang. Kayaknya itu cara paling aman deh, kalo mau lulus ujian. Belum tentu pemerintah mau mendengar keluhan kita ttg tingginya standar kelulusan ini. Tul nggak?

*********************************************************************************
barusan dapat kabar dari kampung, siswa MAN Insan Cendekia Gorontalo lulus 100%, beberapa siswa meraih 10 untuk Matematika & Bahasa Indonesia. Alhamdulillah.

Tidak ada komentar: